Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

365/365

Last day at this year. 2016. Ini terlihat seperti jurnal kehidupan saya selama setahun. Kata yang layak saya jadikan perumpamaan pada tahun ini adalah MAGIC! Rasanya baru kemarin saya melihat sambaran petasan pergantian tahun. Dan hari ini telah terisi penuh 365 hari. Karena yang paling jauh dan takan tercapai adalah masalalu. Walau sedetikpun, kamu tidak akan bisa mengulangnya . Rasanya juga baru kemarin saya menangisi hal yang tidak patutnya saya tangisi HaHa bodoh! Awal tahun 2016, adalah fase-fase tersulit saya. Dimana saya harus menata hati sendiri, dan bertahan ditengah gemuruhnya rasa kecewa. Kecewa atas diri saya sendiri yang telah menaruh harapan kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kemudian ia pergi tanpa pamit dan datang tanpa izin. Namun anehnya saya masih tetap menerimanya hingga detik ini. The power of love maybe? Selanjutnya, Dia itu maha adil. Dia mengirim yang lain untuk terus menghibur saya. Satu hal yang saya tahu dan menjadi pelajara untuk saya, Kar...

Don't let me down

Dear kamu, mawar hitamku. Sungguh, semua tidak ada yg kebetulan. Dia mempertemukan kita, bukan tanpa alasan. Banyak bunga yg aku jumpai, yg aku hampiri yg jauh lebih indah darimu tp tiada satupun yg membuat hati ini terpikat. Aku masih ingat betul bagaimana caramu memintaku untuk terus bersamamu, menemanimu, merawatmu, menjagamu, menyayangimu hingga akhirnya hati ini, rindu ini, sayang ini bahkan cinta ini seutuhnya milikku. Sebelum kamu, ada sebatang mawar yg memikat hatiku. Namun durinya yg sangat tajam terus melukai aku, membuatku terluka, berdarah hingga nyaris mati karna infeksi. Saat bertemu denganmu, sejujurnya aku masih sangat takut. Aku masih trauma dan tidak ingin merasakan kritis yg kedua kalinya. Seminggu, duaminggu, sebulan, duabulan akhirnya aku mengabaikan rasa sakitku dulu dan semakin menyayangimu. Hingga saat ini dan mungkin seterusnya. Aku berharap, durimu yg akan melindungiku. Bukan melukaiku.

Mawar Hitam

    Teruntuk kamu, mawar hitam terindahku.. Malam ini, ingin sekali aku mendeskripsikan 'siapa itu kamu' mawar hitam berduri terindah yg aku miliki. Suatu waktu, disaat aku tengah berada dalam fase hampir mati tiba2 aku melihatmu dari kejauhan. Aku menghampirimu mencoba menggapaimu perlahan, kamupun seolah mengerti dan mendekat. Saat itu pula, aku kembali merasakan guratan senyum. Pada waktu itu durimu masih sangat bersahabat, jadi aku tidak takut untuk menyentuhmu. Saat aku ingin kembali ketempat asalku, aku melihatmu seolah memohon untuk aku membawamu ikut, merawatmu, menjagamu. Tapi aku takut tertusuk duri kembali terluka kembali. perih . Tapi kamu meyakinkanku bahwa kamu tidak akan menyakitiku dengan durimu. Kamu meyakinkanku bahwa dengan durimu, kamu akan melindungiku. Baiklah. Aku fikir tidak masalah untuk MENCOBA merawatnya. Toh sebelum ini aku juga sudah terbiasa tertusuk duri mawar. Akhirnya aku membawamu ikut denganku. Setiap hari aku menyiramimu, memberimu pupuk,...

Hujan

Sekecil itu perhatianmu sudah membuat aku lupa daratan. Ah entah kenapa, hal-hal kecil yang kamu lakukan selalu berhasil membuat aku menghancurkan kembali pondasi yang aku buat. Merubuhkan kembali benteng yang hampir jadi. Malam ini aku menunggumu kembali setibanya dari tempatmu pergi. berharap mendengarkan cerita2 yang selalu aku anggap menarik. Namun, ketika kamu mengetahui aku dalam kondisi tidak baik, semua berbalik cerita. malah kamu yang menanyakan bagaimana aku hari ini. Akhirnya aku yang menceritakan cerita yang sama sekali tidak menarik. Aku kehujanan. Kamu marah dan bertanya kenapa aku tidak memakai helm atau jas hujan. Kamu khawatir. Entahlah itu nyata atau hanya sebuah 'chatting' belaka. Yang jelas aku bahagia dan kembali menaruh harapan kepadamu. Padahal aku sendiri tau, menaruh harapan kepada seseorang sama saja dengan menanam sakit hati ketika harapan itu patah. Sikapmu begitu manis malam ini, seolah-olaah tidak ada suatu masalah diantara kita. Padahal beberapa ...

Part 1/~

    Entah harus dimulai dengan huruf apa, dengan bagaimana, dengan apa. Semuanya seperti abu-abu. Akupun bingung bagaimana awal kisah ini terjadi, mengalir begitu saja tanpa ada huruf awal yang memulainya. Kami memutuskan semuanya dengan mengatas namakan Persahabatan. Seperti ingin tetap memiliki namun tetap mempertahankan ego masing-masing. hahaha. Aneh memang, setiap untaian kata tetap mengandung makna 'Kamu tetap milikku satu' namun tak jarang, ia meneriakkan 'stop hit me. you're nothing' dan apa kamu tahu? Itu sangat menusuk, sangat mematikan. Aku belajar untuk tidak manaruh harapan itu kembali, belajar untuk bersikap biasa, untuk bersikap 'I'm okay' namun lagi-lagi kamu menarikku seolah tidak mengizinkan aku untuk pergi. Aku harus apa? Harus bagaimana? Tetap mengikuti permainanmu kah?