Teruntuk kamu, mawar hitam terindahku..
Malam ini, ingin sekali aku mendeskripsikan 'siapa itu kamu' mawar hitam berduri terindah yg aku miliki.
Suatu waktu, disaat aku tengah berada dalam fase hampir mati tiba2 aku melihatmu dari kejauhan. Aku menghampirimu mencoba menggapaimu perlahan, kamupun seolah mengerti dan mendekat. Saat itu pula, aku kembali merasakan guratan senyum. Pada waktu itu durimu masih sangat bersahabat, jadi aku tidak takut untuk menyentuhmu. Saat aku ingin kembali ketempat asalku, aku melihatmu seolah memohon untuk aku membawamu ikut, merawatmu, menjagamu. Tapi aku takut tertusuk duri kembali terluka kembali. perih. Tapi kamu meyakinkanku bahwa kamu tidak akan menyakitiku dengan durimu. Kamu meyakinkanku bahwa dengan durimu, kamu akan melindungiku. Baiklah. Aku fikir tidak masalah untuk MENCOBA merawatnya. Toh sebelum ini aku juga sudah terbiasa tertusuk duri mawar. Akhirnya aku membawamu ikut denganku. Setiap hari aku menyiramimu, memberimu pupuk, memastikan bahwa kamu cukup terkenansinar matahari. Hingga kamu tumbuh menjadi sebatang mawar hitam yg sangat kokoh dan tentu dengan duri yg semakin tajam pula. Sehingga aku harus berhati2 jika aku ingin menyentuhmu.
Aku tau mawarku, aku tau durimu sangat tajam. Sangat mematikan. Tapi itulah yg membuatmu elok. Banyak mawar merah lain yang lebih cantik, yang lebih elok yang lebih wangi. Tapi tidak sekokoh kamu. Aku selalu ingin merawatmu, menjagamu membuatmu terus merekah. Disetiap ada kesempatan, rindu ini selalu milikmu. Rindu untuk menghirup wangimu, rindu untuk menyapamu, rindu untuk menyiramimu.
Sekarang kamu menjadi mawar hitamku seutuhnya. Fikirku.
Pada suatu hari, aku lengah. Aku membiarkan seorang anak kecil bermain main denganmu. Tapi aku melihatmu bahagia bermain dengan dia. Dan aku cemburu. Iyaa aku cemburu dengan anak kecil itu. Setiap aku ingin mendekatimu, kamu langsung mengarahkan duri durimu kepada aku. Hingga berkali2 juga aku tertusuk durimu. 'Bukankah waktu itu kamu berjanji tidak akan menyakitiku dengan durimu?' Aku mundur beberapa langkah melihat kalian saling menyayangi. Semakin hari anak kecil itu semakin 'berlebihan' dalam memerlakukan kamu. Aku khawatir dia merusakmu! Membuatmu layu, dan bahkan membuatmu mati. Tidak!! Tidak akan aku biarkan. Bertahun2 aku merawatmu, aku tidak ingin dia meruskmu dalam sekejap. Membuatmu mati. Berbagai upaya aku lakukan agar aku menyingkirkan anak kecil itu. Tapi, kamu malah melukaiku lagi. Kamu mulai terbiasa dengan dia, hingga tanpa kamu sadari beberapa kelopakmu terlepas. Aku takut kamu semakin rusak. Akhirnya anak kecil itu menemukan mawar baru dan dia mengabaikanmu.
"Kamu tidak usah khawatir mawar, aku akan tetap merawatmu seperti sedia kala. Dan akan membuatmu lebih kokoh dari sekarang ini."
Malam ini, ingin sekali aku mendeskripsikan 'siapa itu kamu' mawar hitam berduri terindah yg aku miliki.
Suatu waktu, disaat aku tengah berada dalam fase hampir mati tiba2 aku melihatmu dari kejauhan. Aku menghampirimu mencoba menggapaimu perlahan, kamupun seolah mengerti dan mendekat. Saat itu pula, aku kembali merasakan guratan senyum. Pada waktu itu durimu masih sangat bersahabat, jadi aku tidak takut untuk menyentuhmu. Saat aku ingin kembali ketempat asalku, aku melihatmu seolah memohon untuk aku membawamu ikut, merawatmu, menjagamu. Tapi aku takut tertusuk duri kembali terluka kembali. perih. Tapi kamu meyakinkanku bahwa kamu tidak akan menyakitiku dengan durimu. Kamu meyakinkanku bahwa dengan durimu, kamu akan melindungiku. Baiklah. Aku fikir tidak masalah untuk MENCOBA merawatnya. Toh sebelum ini aku juga sudah terbiasa tertusuk duri mawar. Akhirnya aku membawamu ikut denganku. Setiap hari aku menyiramimu, memberimu pupuk, memastikan bahwa kamu cukup terkenansinar matahari. Hingga kamu tumbuh menjadi sebatang mawar hitam yg sangat kokoh dan tentu dengan duri yg semakin tajam pula. Sehingga aku harus berhati2 jika aku ingin menyentuhmu.
Aku tau mawarku, aku tau durimu sangat tajam. Sangat mematikan. Tapi itulah yg membuatmu elok. Banyak mawar merah lain yang lebih cantik, yang lebih elok yang lebih wangi. Tapi tidak sekokoh kamu. Aku selalu ingin merawatmu, menjagamu membuatmu terus merekah. Disetiap ada kesempatan, rindu ini selalu milikmu. Rindu untuk menghirup wangimu, rindu untuk menyapamu, rindu untuk menyiramimu.
Sekarang kamu menjadi mawar hitamku seutuhnya. Fikirku.
Pada suatu hari, aku lengah. Aku membiarkan seorang anak kecil bermain main denganmu. Tapi aku melihatmu bahagia bermain dengan dia. Dan aku cemburu. Iyaa aku cemburu dengan anak kecil itu. Setiap aku ingin mendekatimu, kamu langsung mengarahkan duri durimu kepada aku. Hingga berkali2 juga aku tertusuk durimu. 'Bukankah waktu itu kamu berjanji tidak akan menyakitiku dengan durimu?' Aku mundur beberapa langkah melihat kalian saling menyayangi. Semakin hari anak kecil itu semakin 'berlebihan' dalam memerlakukan kamu. Aku khawatir dia merusakmu! Membuatmu layu, dan bahkan membuatmu mati. Tidak!! Tidak akan aku biarkan. Bertahun2 aku merawatmu, aku tidak ingin dia meruskmu dalam sekejap. Membuatmu mati. Berbagai upaya aku lakukan agar aku menyingkirkan anak kecil itu. Tapi, kamu malah melukaiku lagi. Kamu mulai terbiasa dengan dia, hingga tanpa kamu sadari beberapa kelopakmu terlepas. Aku takut kamu semakin rusak. Akhirnya anak kecil itu menemukan mawar baru dan dia mengabaikanmu.
"Kamu tidak usah khawatir mawar, aku akan tetap merawatmu seperti sedia kala. Dan akan membuatmu lebih kokoh dari sekarang ini."

Komentar
Posting Komentar