Sekecil itu perhatianmu sudah membuat aku lupa daratan. Ah entah kenapa, hal-hal kecil yang kamu lakukan selalu berhasil membuat aku menghancurkan kembali pondasi yang aku buat. Merubuhkan kembali benteng yang hampir jadi. Malam ini aku menunggumu kembali setibanya dari tempatmu pergi. berharap mendengarkan cerita2 yang selalu aku anggap menarik. Namun, ketika kamu mengetahui aku dalam kondisi tidak baik, semua berbalik cerita. malah kamu yang menanyakan bagaimana aku hari ini. Akhirnya aku yang menceritakan cerita yang sama sekali tidak menarik. Aku kehujanan. Kamu marah dan bertanya kenapa aku tidak memakai helm atau jas hujan. Kamu khawatir. Entahlah itu nyata atau hanya sebuah 'chatting' belaka. Yang jelas aku bahagia dan kembali menaruh harapan kepadamu. Padahal aku sendiri tau, menaruh harapan kepada seseorang sama saja dengan menanam sakit hati ketika harapan itu patah. Sikapmu begitu manis malam ini, seolah-olaah tidak ada suatu masalah diantara kita. Padahal beberapa ...