Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Hujan

Sekecil itu perhatianmu sudah membuat aku lupa daratan. Ah entah kenapa, hal-hal kecil yang kamu lakukan selalu berhasil membuat aku menghancurkan kembali pondasi yang aku buat. Merubuhkan kembali benteng yang hampir jadi. Malam ini aku menunggumu kembali setibanya dari tempatmu pergi. berharap mendengarkan cerita2 yang selalu aku anggap menarik. Namun, ketika kamu mengetahui aku dalam kondisi tidak baik, semua berbalik cerita. malah kamu yang menanyakan bagaimana aku hari ini. Akhirnya aku yang menceritakan cerita yang sama sekali tidak menarik. Aku kehujanan. Kamu marah dan bertanya kenapa aku tidak memakai helm atau jas hujan. Kamu khawatir. Entahlah itu nyata atau hanya sebuah 'chatting' belaka. Yang jelas aku bahagia dan kembali menaruh harapan kepadamu. Padahal aku sendiri tau, menaruh harapan kepada seseorang sama saja dengan menanam sakit hati ketika harapan itu patah. Sikapmu begitu manis malam ini, seolah-olaah tidak ada suatu masalah diantara kita. Padahal beberapa ...

Part 1/~

    Entah harus dimulai dengan huruf apa, dengan bagaimana, dengan apa. Semuanya seperti abu-abu. Akupun bingung bagaimana awal kisah ini terjadi, mengalir begitu saja tanpa ada huruf awal yang memulainya. Kami memutuskan semuanya dengan mengatas namakan Persahabatan. Seperti ingin tetap memiliki namun tetap mempertahankan ego masing-masing. hahaha. Aneh memang, setiap untaian kata tetap mengandung makna 'Kamu tetap milikku satu' namun tak jarang, ia meneriakkan 'stop hit me. you're nothing' dan apa kamu tahu? Itu sangat menusuk, sangat mematikan. Aku belajar untuk tidak manaruh harapan itu kembali, belajar untuk bersikap biasa, untuk bersikap 'I'm okay' namun lagi-lagi kamu menarikku seolah tidak mengizinkan aku untuk pergi. Aku harus apa? Harus bagaimana? Tetap mengikuti permainanmu kah?