Langsung ke konten utama

Hujan

Sekecil itu perhatianmu sudah membuat aku lupa daratan. Ah entah kenapa, hal-hal kecil yang kamu lakukan selalu berhasil membuat aku menghancurkan kembali pondasi yang aku buat. Merubuhkan kembali benteng yang hampir jadi.
Malam ini aku menunggumu kembali setibanya dari tempatmu pergi. berharap mendengarkan cerita2 yang selalu aku anggap menarik. Namun, ketika kamu mengetahui aku dalam kondisi tidak baik, semua berbalik cerita. malah kamu yang menanyakan bagaimana aku hari ini. Akhirnya aku yang menceritakan cerita yang sama sekali tidak menarik. Aku kehujanan. Kamu marah dan bertanya kenapa aku tidak memakai helm atau jas hujan. Kamu khawatir. Entahlah itu nyata atau hanya sebuah 'chatting' belaka. Yang jelas aku bahagia dan kembali menaruh harapan kepadamu. Padahal aku sendiri tau, menaruh harapan kepada seseorang sama saja dengan menanam sakit hati ketika harapan itu patah.
Sikapmu begitu manis malam ini, seolah-olaah tidak ada suatu masalah diantara kita. Padahal beberapa hari sebelumnya, kamu ingin mengenalkan dia kepada aku. Hahaha.. Bagaimana perasaanku? Hancur. Sangat hancur. Aku kacau saat itu.
Dan malam ini, kamu bersikap seolah tidak ada apa-apa.
Apakah ini akan berkelanjutan? Atau sehari setelah ini, kamu mematahkan kembali harapan yang aku buat? Dan mungkin sehari setelah ini, aku harus kembali membangun benteng pertahanan yang sudah aku rubuhkan tadi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Back Into You

Hai, kamu yg telah lama tidak bertegur sapa. Akhirnya kamu kembali lagi.. Setelah masing-masing jalan kita lalui sendiri. Setelah luka lama yang sulit terobati beranjak sembuh. Aku senang kamu kembali lagi. Membawa udara segar yang baru. Udara hangat namun menyejukan, tidak membuat panas maupun dingin. Aku senang. Tapi, Apa kamu datang hanya untuk sementara? Dan kembali menoreh luka seperti dulu? Aku rasa, kita sudah cukup dewasa. Sudah tidak ada waktu untuk saling menyakiti. Jika iya, mari kita dayung. Namun, jika hanya semu berhentilah sedari sekarang. Aku takut, aku semakin terbiasa denganmu namun kamu hanya angin lalu.

Hitam-Milikku

Dear You, mawar Hitamku.. Cerita tentangmu tidak pernah habis. Aku selalu bahagia sata menceritakanmu, mengenang semua kisah kisah kita membuat aku tergelitik penuh bahagia dan luka. Sesungguhnya aku sudah tau akan bagaimana akhir dari kisah ini. 4 tahun kita bersama. telah banyak hari hari yang telah kita lewati bersama. Bahagia, Sedih, Tertawa, Menangis. Aku menikmati setiap alur yang ada. sekali lagi, Walaupun aku sudah tau akan bagaimana akhir dari kisah ini. Ya.. Mereka tidak suka hitam. Mereka bilang, hitam menjadikan sarang nyamuk sehingga jika aku tergigit nyamuk, aku akan bentol dan kata mereka, aku akan malu karna akan di olok-olok oleh orang-orang.namun tidak bagiku, aku yakin hitam adalah warna yang mendamaikan. Bahkan, gelap malam berwarna hitam dan bukankah malam waktu ternyaman untuk melepaskan penat? Begitu juga dengan Mawar Hitam milikku. Aku yakin, ia tidak akan membiarkan aku merasa malu dengan warna nya. Mereka bilang, mawar putih lebih indah dan lebih harum. ...

My Hurt

Hai sayang, tak terasa kita telah lama bersama. hampir 4 tahun :') kamu dengan tepat mengetahui bahwa aku menyayangimu, Mawar Hitamku.. Dari segala macam fase telah aku lewati bersamamu, aku nikmati prosesnya. walaupun tak jarang, aku tergores durimu. tidak apa, tidak sakit. Kita melewatinya bersama. Aku menemanimu  dari kamu sebatang mawar hitam diantara ilalang, aku menjagamu, merawatmu, aku menemanimu saat kamu layu, saat kelopakmu rusak. Aku mengupayakan agar kamu tetap merekah. segala macam akan aku lakukan agar kamu tetap kokoh. tapi sayang, kenapa kamu mengulanginya lagi? Kamu beberapa kali menyerangku dengan durimu hingga aku berdarah, terluka, menangis :( saat kamu melakukan itu, aku ingin sekali mengabaikanmu. melepasmu, bahkan membuangmu kembali ke tempat awalmu. Tapi, rasa khawatir ini lebih besar dari rasa kecewaku. Kebahagiaanmu lebih besar daripada kebahagiaanku. dan rasa sakit ini, tertutupi dgn rasa sayang ini. Kamu tahu? setiap kali kamu melakukan itu lagi, ak...