Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Red roses

Pagi ini ada yang berbeda. Benda pertama yang aku lihat saat kelopak ini terbuka adalah a bucket of flowers. Red roses. Kamu selalu tau apa inginku, apa mauku, dan cara menaklukan aku. hahaha Bagaimana caramu memberikannya di hadapan mereka. Seperti mengisyaratkan Kamu milikku satu . Apa mungkin perasaanku saja? Entahlah. Aku sudah bilang bukan aku akan menempatkan posisiku seperti layangan. kamu pemainnya. Jalan cerita ini, aku serahkan seutuhnya kepadamu pemain sekaligus sutradaranya. Namun, setelah aku amati, kamupun begitu. Kam pasrah. kamu melemparkan semuanya kepada aku. Aku pergi kamu mempersilahkannya, aku menetap, juga kamu persilahkan. TIDAK MENGARAHKAN SEDIKITPUN. Lantas, sikap-sikap manismu selama ini untuk apa?

Happily Ever After

Pernah merasa ragu? Keraguan yang entah sampai mana ujungnya. Aku menempatkan posisiku seperti lyangan. biarkan kamu memainkannya sesuka hati. Aku juga menempatkan posisiku seperti seekor kucing. Jika kamu menginginkanku, aku akan tetap dibelakangmu sampai kamu mengusirkan dan menyuruh aku pergi, maka saat itu juga aku akan pergi. Semua terasa berat. Namun entah kenapa ada sesuatu yang mendorongku untuk terus berada dibelakangmu. Rasa itu sangat kuat sehingga membuat aku ingin terus membuatmu bahagia dengan caraku. Melihatmu bahagia karna aku itu sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. sungguh. Dan jika memang kebahagiaanmu adalah dia, aku akan pergi. Pergi dgn perasaan bahagia juga tentunya karena meninggalkanmu bersama sumber kebhagiaan yang kau pilih. Bagaimana dengan aku? Don't mention it. Pergilah. Aku akan terbiasa dengan ini semua.

Trust?

Kamu bilang, aku satu-satunya. Aku percaya. bahkan sangat percaya. itu sebelum smeuanya hancur hahaha iya seperti kertas yang kamu bikin seperti bola sehingga sulit kembali menjadi kertas seutuhnya. Kamu berbohongpun aku percaya. Apa yang kamu ucapkan bahkan belum terbuti keakuratannya, aku juga percaya. Sangat percaya. Jauh.. Sangat jauh sebelum semuanya hancur. Apa aku yang terlalu perasa? Hingga semuanya dapat aku rasakan sebelum kamu mengucapkannya. Tapi seharusnya, akupun tahu apa kamu sedang berbohong atau tidak.