Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Wishes

Hari ini, awan di langit Bogor berwarna abu-abu. Gelap. Seolah ia tahu, betapa hancurnya harapan ini. Harapan yang baru saja tumbuh sejak kau datang kembali. Dan hari ini harus aku ikhlaskan pupus kembali. Aku harus apa ka? Membunuh paksa kembali rasa ini? Dan harus mengikhlaskan dan merelakannya (Lagi) ?  Kamu tahu, setiap bulir kalimat yang aku baca, hati ini bergetar. Hati ini mendamba dan kemudian harapan itu kembali. Dan sekarang, kamu pergi LAGI DAN LAGI. Entahlah.. Kamu datang kemudian pergi sesuka hati mu, tanpa izin tanpa permisi dan tanpa pamit.  Kamu bilang "Kita harus bertemu untuk membahas perjodohan ini". Dan aku dengan hati merekah penuh harap, selalu menantinya.  Pada hari itu, setibanya kembali aku di Jakarta, aku memberi kabar kepadamu setelah sekian lama kita tidak berbincang. Namun, status online terakhirmu, sejak dua hari yang lalu. Aku terus menanti, dengan segudang harap dan segudang kecewa pula.  Katamu, " Jika kita berjodoh, Dia akan ...

Yang Tak Terungkap, Ungkapkan lah.

Dulu.. Aku pernah mengagumi mu dari jarak yang sangat jauh. Aku pernah mengharapkanmu untuk menjadi pemimpinku, menjadi teman hidupku yang menemani aku dikala aku membuka mata dan menutup mata. Aku megharapkanmu untuk menjadi seorang sahabat yang selalu aku tunggu sepulangnya kamu bekerja. Menjadi seorang sahabat yang selalu aku tunggu cerita-ceritamu tentang teman kantormu yang menganggumu. Menanti ceritamu tentang kepenatanmu atas pekerjaanmu. Dan aku selalu mengharapkan kamu menjadi sahabatku yang selalu menjadi pendengar keluh kesahku. Dulu.. Sebelum ia kembali padaku dan aku kembali kepadanya. Dulu, sebelum aku tahu apa yang kamu rasakan. sebuah pengharapan yang hanya pengharapan kosong. Dulu.. Kamu selalu menjadi pemeran utama atas segala doa-doa ku disetiap akhir sujudku. Setiap pesan singkat yang aku terima, aku selalu berharap itu dari kamu, Bougenvil ku. Dan aku kembali bersamanya, karna denganmu adalah sebuah kemustahilan yang besar. Hari demi hari hingga berganti ...

My Hurt

Hai sayang, tak terasa kita telah lama bersama. hampir 4 tahun :') kamu dengan tepat mengetahui bahwa aku menyayangimu, Mawar Hitamku.. Dari segala macam fase telah aku lewati bersamamu, aku nikmati prosesnya. walaupun tak jarang, aku tergores durimu. tidak apa, tidak sakit. Kita melewatinya bersama. Aku menemanimu  dari kamu sebatang mawar hitam diantara ilalang, aku menjagamu, merawatmu, aku menemanimu saat kamu layu, saat kelopakmu rusak. Aku mengupayakan agar kamu tetap merekah. segala macam akan aku lakukan agar kamu tetap kokoh. tapi sayang, kenapa kamu mengulanginya lagi? Kamu beberapa kali menyerangku dengan durimu hingga aku berdarah, terluka, menangis :( saat kamu melakukan itu, aku ingin sekali mengabaikanmu. melepasmu, bahkan membuangmu kembali ke tempat awalmu. Tapi, rasa khawatir ini lebih besar dari rasa kecewaku. Kebahagiaanmu lebih besar daripada kebahagiaanku. dan rasa sakit ini, tertutupi dgn rasa sayang ini. Kamu tahu? setiap kali kamu melakukan itu lagi, ak...