Langsung ke konten utama

Wishes

Hari ini, awan di langit Bogor berwarna abu-abu. Gelap. Seolah ia tahu, betapa hancurnya harapan ini. Harapan yang baru saja tumbuh sejak kau datang kembali. Dan hari ini harus aku ikhlaskan pupus kembali. Aku harus apa ka? Membunuh paksa kembali rasa ini? Dan harus mengikhlaskan dan merelakannya (Lagi)
Kamu tahu, setiap bulir kalimat yang aku baca, hati ini bergetar. Hati ini mendamba dan kemudian harapan itu kembali.
Dan sekarang, kamu pergi LAGI DAN LAGI. Entahlah..
Kamu datang kemudian pergi sesuka hati mu, tanpa izin tanpa permisi dan tanpa pamit. 

Kamu bilang "Kita harus bertemu untuk membahas perjodohan ini". Dan aku dengan hati merekah penuh harap, selalu menantinya. 
Pada hari itu, setibanya kembali aku di Jakarta, aku memberi kabar kepadamu setelah sekian lama kita tidak berbincang. Namun, status online terakhirmu, sejak dua hari yang lalu. Aku terus menanti, dengan segudang harap dan segudang kecewa pula. 

Katamu, "Jika kita berjodoh, Dia akan memudahkan pertemuan kita" 
Entahlah.. Itu hanya untaian kalimat penutup alasan atau kesungguhan dari hatimu. Yang jelas saat ini, aku hanya akan menunggu tanpa harapan. karna aku tahu, sebaik baiknya menggantunggkan harapan hanya kepada Dia Sang Pemberi Harapan.






Jangan Menggantungkan harapan pada apa-apa
apalagi siapa-siapa.
Quote by : Jehan Amelia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Back Into You

Hai, kamu yg telah lama tidak bertegur sapa. Akhirnya kamu kembali lagi.. Setelah masing-masing jalan kita lalui sendiri. Setelah luka lama yang sulit terobati beranjak sembuh. Aku senang kamu kembali lagi. Membawa udara segar yang baru. Udara hangat namun menyejukan, tidak membuat panas maupun dingin. Aku senang. Tapi, Apa kamu datang hanya untuk sementara? Dan kembali menoreh luka seperti dulu? Aku rasa, kita sudah cukup dewasa. Sudah tidak ada waktu untuk saling menyakiti. Jika iya, mari kita dayung. Namun, jika hanya semu berhentilah sedari sekarang. Aku takut, aku semakin terbiasa denganmu namun kamu hanya angin lalu.

Hitam-Milikku

Dear You, mawar Hitamku.. Cerita tentangmu tidak pernah habis. Aku selalu bahagia sata menceritakanmu, mengenang semua kisah kisah kita membuat aku tergelitik penuh bahagia dan luka. Sesungguhnya aku sudah tau akan bagaimana akhir dari kisah ini. 4 tahun kita bersama. telah banyak hari hari yang telah kita lewati bersama. Bahagia, Sedih, Tertawa, Menangis. Aku menikmati setiap alur yang ada. sekali lagi, Walaupun aku sudah tau akan bagaimana akhir dari kisah ini. Ya.. Mereka tidak suka hitam. Mereka bilang, hitam menjadikan sarang nyamuk sehingga jika aku tergigit nyamuk, aku akan bentol dan kata mereka, aku akan malu karna akan di olok-olok oleh orang-orang.namun tidak bagiku, aku yakin hitam adalah warna yang mendamaikan. Bahkan, gelap malam berwarna hitam dan bukankah malam waktu ternyaman untuk melepaskan penat? Begitu juga dengan Mawar Hitam milikku. Aku yakin, ia tidak akan membiarkan aku merasa malu dengan warna nya. Mereka bilang, mawar putih lebih indah dan lebih harum. ...

My Hurt

Hai sayang, tak terasa kita telah lama bersama. hampir 4 tahun :') kamu dengan tepat mengetahui bahwa aku menyayangimu, Mawar Hitamku.. Dari segala macam fase telah aku lewati bersamamu, aku nikmati prosesnya. walaupun tak jarang, aku tergores durimu. tidak apa, tidak sakit. Kita melewatinya bersama. Aku menemanimu  dari kamu sebatang mawar hitam diantara ilalang, aku menjagamu, merawatmu, aku menemanimu saat kamu layu, saat kelopakmu rusak. Aku mengupayakan agar kamu tetap merekah. segala macam akan aku lakukan agar kamu tetap kokoh. tapi sayang, kenapa kamu mengulanginya lagi? Kamu beberapa kali menyerangku dengan durimu hingga aku berdarah, terluka, menangis :( saat kamu melakukan itu, aku ingin sekali mengabaikanmu. melepasmu, bahkan membuangmu kembali ke tempat awalmu. Tapi, rasa khawatir ini lebih besar dari rasa kecewaku. Kebahagiaanmu lebih besar daripada kebahagiaanku. dan rasa sakit ini, tertutupi dgn rasa sayang ini. Kamu tahu? setiap kali kamu melakukan itu lagi, ak...