Dear kamu, mawar hitamku. Sungguh, semua tidak ada yg kebetulan. Dia mempertemukan kita, bukan tanpa alasan. Banyak bunga yg aku jumpai, yg aku hampiri yg jauh lebih indah darimu tp tiada satupun yg membuat hati ini terpikat. Aku masih ingat betul bagaimana caramu memintaku untuk terus bersamamu, menemanimu, merawatmu, menjagamu, menyayangimu hingga akhirnya hati ini, rindu ini, sayang ini bahkan cinta ini seutuhnya milikku. Sebelum kamu, ada sebatang mawar yg memikat hatiku. Namun durinya yg sangat tajam terus melukai aku, membuatku terluka, berdarah hingga nyaris mati karna infeksi. Saat bertemu denganmu, sejujurnya aku masih sangat takut. Aku masih trauma dan tidak ingin merasakan kritis yg kedua kalinya. Seminggu, duaminggu, sebulan, duabulan akhirnya aku mengabaikan rasa sakitku dulu dan semakin menyayangimu. Hingga saat ini dan mungkin seterusnya. Aku berharap, durimu yg akan melindungiku. Bukan melukaiku.