Kamu bilang, aku satu-satunya. Aku percaya. bahkan sangat percaya. itu sebelum smeuanya hancur hahaha iya seperti kertas yang kamu bikin seperti bola sehingga sulit kembali menjadi kertas seutuhnya. Kamu berbohongpun aku percaya. Apa yang kamu ucapkan bahkan belum terbuti keakuratannya, aku juga percaya. Sangat percaya. Jauh.. Sangat jauh sebelum semuanya hancur. Apa aku yang terlalu perasa? Hingga semuanya dapat aku rasakan sebelum kamu mengucapkannya. Tapi seharusnya, akupun tahu apa kamu sedang berbohong atau tidak.
Hai, kamu yg telah lama tidak bertegur sapa. Akhirnya kamu kembali lagi.. Setelah masing-masing jalan kita lalui sendiri. Setelah luka lama yang sulit terobati beranjak sembuh. Aku senang kamu kembali lagi. Membawa udara segar yang baru. Udara hangat namun menyejukan, tidak membuat panas maupun dingin. Aku senang. Tapi, Apa kamu datang hanya untuk sementara? Dan kembali menoreh luka seperti dulu? Aku rasa, kita sudah cukup dewasa. Sudah tidak ada waktu untuk saling menyakiti. Jika iya, mari kita dayung. Namun, jika hanya semu berhentilah sedari sekarang. Aku takut, aku semakin terbiasa denganmu namun kamu hanya angin lalu.
Komentar
Posting Komentar